Perkembangan Anak dan Kondisi Psikologinya

Masa kanak-kanan merupakan fase emas dimana pertumbuhan dan perkembangan manusia berlangsung cepat. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pertumbuhan dan perkembangan tersebut, orang tua harus mampu memahami kondisi psikologi anak dengan baik. Psikologi anak adalah pengetahuan yang mempelajari proses berpikir anak dan bagaimana kepribadian anak bisa berubah. Dengan memahami kondisi psikologi anak, maka orang tua dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak.

perkembangan psikologi anak

Perkembangan Psikologi Anak

Dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak, orang tua harus dapat memahami perkembangan psikologi anak. Hal tersebut dilakukan supaya orang tua dapat melakukan langkah terbaik bagi pendidikan anak. Perkembangan anak telah dimulai bahkan sejak ia lahir.

Ketika anak menginjak usia 3-6, ia memasuki periode sensitive atau masa peka. Pada masa fungsi tertentu anak perlu dirangsang, sehingga tidak menghambat pertumbuhannya. Masa-masa peka mencangkup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan, sensitivitas untuk mengeksplorasi llingkungan dengan lidah dan tangan, sensitivitas untuk berjalan, sensitivitas terhadap objek-objek kecil dan detail, serta sensitivitas terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. Anak pada usia 3-6 tahun juga disebut tengah memasukai fase sense of initiative. Pada masa ini anak harus didorong supaya dapat mengembangkan inisiatifnya seperti mengajukan pertanyaan mengenai apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Anak-anak yang berada di usia tersebut umumnya juga memiliki rasa ingin tahu dan antusias yang besar terhadap suatu hal, sehingga anak akan sering memperthatikan, membicarakan segala hal yang dilihat maupun didengarnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan orang tua mengenai karakteristik anak, terutama anak usia dini yakni sifat khas yang dimilikinya. Anak – anak umumnya memiliki sifat egoisentris naif yakni memandang dunia luar dari pandangan sendiri dan sesuai pemahaman dan pengetahuan anak, mempunyai relasi sosial dengan benda dan manusia yang bersifat sederhana dan primitif yang diwujudkan dengan membangun dunia khayalannya, kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas dan sikap hidup yang fisiognomis. Setelah mengetahui dan memahami kondisi psikologi anak beserta perkembangannya, orang tua dapat menyusun sistem pendidikan bagi anak, sehingga anak berkembang secara maksimal.

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − ten =