Pengaruh Pola Asuh Ayah Pada Anak

Seorang Ayah mempunyai bagian yang begitu penting dan setara dengan istrinya dalam setiap perkembangan anak yang normal. Fatherhood dalam Psychology Today, merupakan hal kompleks serta unik yang merupakan sebuah konsekuensi kuat untuk pertumbuhan emosi serta intelektual bagi anak mereka. Tentu saja jika dibandingkan dari Ibu maka seorang ayah akan berbeda dalam mengasuh anak bahkan bisa dibilang unik. Dan tentu saja pengaruh pola asuh Ayah pada anak akan memberikan hasil yang juga berbeda. Beberapa hal di bawah ini merupakan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan buah hatinya.

Bagaimana dan apa saja pengaruh pola asuh Ayah pada anak mereka

Pengaruh Pola Asuh Ayah Pada Anak

Pola asuh Ayah yang berbeda

Tahukah anda bahwa ketika bayi berusia delapan minggu mereka sudah dapat mengetahui perbedaan antara interaksi ibu dan ayah. Seperti disampaikan di atas bahwa seorang ayah mempunyai gaya komunikasi dan interaksi yang berbeda kepada anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh seorang fathering expert Dr. Kyle Pruett. Perbedaan inilah yang kemudian akan memberi pengalaman berinteraksi pada anak-anak. Bahkan tanpa anda sadari, para anak akan mempelajari bahwa kaum adam dan hawa memiliki metode tersendiri dalam menghadapi kehidupan. Dan pemahaman ini sangat penting untuk perkembangan anak-anak dan menunjukkan pentingnya pengaruh pola asuh Ayah pada anak.

Perbedaan cara bermain seorang Ayah

Pasti sering kita lihat bahwa seorang Ayah akan lebih banyak bermain dengan anak ketika sedang bersama. Perilaku Ayah yang suka menggelitik, bergulat, mengejar anak-anak dengan berbagai ekspresi yang lucu sekaligus menakutkan.
Dan tanpa sadar dalam permainan tersebut anak banyak belajar bahwa menggigit, menendang dan berbagai bentuk kekerasan fisik lain tidak boleh dilakukan. Dari sini anak belajar bagaimana mengendalikan diri ketika di beri tahu bahwa permainan sudah cukup dan kapan harus tenang. Di samping itu anak akan belajar kombinasi yang baik antara sifat takut-takut dan agresif.

Anak Belajar Membangun Percaya Diri Dari Ayahnya

Pada saat bermain di luar rumah banyak kita lihat bahwa Ayah akan lebih banyak berperan dalam permainan dan aktivitas fisik. Baik itu mendorong anak ketika berayun atau mendaki sedikit lebih tinggi, mengendarai sepeda mereka sedikit lebih cepat, melempar sedikit lebih keras. Lalu perhatikan siapa yang selalu mengingatkan mereka untuk berhati-hati. Disinilah terlihat perbedaan peran seorang Ibu yang cenderung melindungi serta Ayah yang mendorong anak-anak untuk mencapai batas kemampuan mereka.

Hanya saja jangan sampai terjadi di mana salah satu cenderung mendorong untuk mengambil risiko tanpa mempertimbangkan konsekuensi, sedang yang lain cenderung menghindari risiko. Hal ini berpotensi akibat pada kegagalan proses membangun kemandirian dan percaya diri. Karena itu perlu dilakukan bersama-sama, sehingga anak tetap aman namun tetap memperluas pengalaman dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Ayah Berkomunikasi Secara Berbeda

Tentunya kita sering mengamati ketika orang tua antara ayah dan ibu berbicara kepada anak-anak mempunyai gaya yang berbeda. Seorang Ibu cenderung lebih menyederhanakan kalimat mereka sesuai usia anak sehingga mempermudah komunikasi. Namun sangat berbeda dengan gaya komunikasi seorang Ayah yang menciptakan tantangan tersendiri bagi anak dalam memperluas kosakata dan keterampilan berbahasanya. Cara Ayah berkomunikasi seperti ini ternyata cukup berpengaruh pada kesuksesan akademis anak nantinya.

Bagaimana Ayah Mendisiplinkan Anak

Carol Gilligan yang merupakan seorang Psikolog pendidikan berpendapat bahwa ayah menekankan pada keadilan dan kewajiban (berdasarkan peraturan). Para ayah cenderung mengamati dan menegakkan aturan secara sistematis dan tegas, mengajarkan anak-anak akibat dari perbuatan yang benar dan salah. Sedangkan ibu akan menekankan simpati, perhatian, dan bantuan (berdasarkan hubungan), mengajari anak bagaimana bersyukur, bersimpati, dan optimis. Kedua orang tua saling melengkapi untuk menciptakan keseimbangan yang tepat. Karena jika hanya salah satu dari pendekatan disipliner ini yang berjalan maka hasilnya akan kurang baik dan harus dilakukan bersama-sama. Sayangnya ada banyak pria yang mengabaikan pengaruh pola asuh Ayah pada anak mereka.

Lebih Siap Menghadapi Dunia Nyata Bersama Ayah

Ketika seorang Ayah memiliki peran aktif dalam pola asuh anak maka akan sangat membantu anak memahami bahwa sikap dan perilaku mempunyai konsekuensi. Biasanya ayah yang lebih sering memberi tahu anak-anak bahwa kalau mereka tidak baik kepada temannya maka dia akan sulit memiliki teman bermain. Juga dalam belajar anak seorang Ayah yang biasanya lebih sering mengingatkan untuk lebih rajin dan giat supaya bisa masuk sekolah yang diinginkan dan kelak memperoleh pekerjaan yang diharapkan. Disinilah anak akan banyak belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi realitas dan kompetisi di masa mendatang dari Ayah mereka.

Pengaruh Pola Asuh Ayah Pada Anak Mereka

Kenali Dunia Para Pria Dari Seorang Ayah

Sudah pasti dalam banyak hal pria dan wanita akan sangat berbeda. Mulai dari cara maka, berpakaian bahkan dalam menghadapi kehidupan juga sangat berbeda. Para anak pria dan perempuan yang tumbuh dengan didampingi Ayah yang aktif dalam pola asuh akan lebih merasa paham dan akrab dengan dunia pria.

Anak perempuan akan menjadi cenderung mempunyai hubungan yang lebih sehat dengan lawan jenis mereka karena selalu belajar dari ayahnya tentang bagaimana pria yang baik bertindak terhadap wanita. Dengan begitu mereka akan dengan cepat mengetahui jenis pria seperti apa yang tidak pantas melalui perilakunya. Anak perempuan yang akrab dengan ayahnya juga tidak akan penasaran tentang bagaimana rasanya di peluk oleh lengan yang kuat atau bagaimana rasanya meraba wajah pria. Dengan begitu anak perempuan akan memiliki keamanan emosional dari eksploitasi laki-laki.

Seorang anak pria yang tumbuh bersama ayah yang aktif dalam pola asuh juga lebih cenderung tidak melakukan kekerasan. Anak-anak hasil pola asuh ayah yang aktif telah belajar dari ayah mereka bagaimana menyalurkan kejantanan dan kekuatan mereka melalui cara yang positif. Ayah yang terlibat dalam pengasuhan dan memahami pengaruh pola asuh Ayah pada anak akan membawa manfaat positif bagi anak-anak mereka.

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 4 =

WhatsApp chat WhatsApp Kami