Menangani Bullying Pada Anak

Bullying pada anak akhir-akhir ini begitu sering kita dengar, padahal kasus seperti ini sudah sejak lama ada. Pada masa kanak-kanak pengalaman bullying dapat memiliki konsekuensi seumur hidup. Jika anak anda bercerita bahwa dia mengalami kasus bullying maka segeralah meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan anak Anda kemudian bantu Anda anak untuk menceritakan secara detil setiap persoalan dan kejadian bullying yang dia alami. Bullying seringkali dianggap sebagai masa peralihan pada perkembangan anak-anak. Namun saat ini kasus bullying diakui telah menjadi sebuah masalah yang serius. Berikut beberapa penjelasan mengenai bullying yang mungkin dapat membantu Anda menangani bullying pada anak dan bagaimana mengatasinya.bullying pada anak

Jenis bullying pada anak

Bullying adalah bentuk agresi, di mana satu atau lebih anak berulang kali dan secara sengaja mengintimidasi, melecehkan atau merugikan seorang korban yang dianggap mampu membela dirinya sendiri. Bullying dapat terjadi dengan beberapa bentuk. Berikut beberapa bentuk bullying :

  • Bullying Fisik. Jenis bullying ini termasuk memukul, menjegal dan menendang, serta menghancurkan properti anak.
  • Bullying Verbal. Jenis bullying ini termasuk menggoda, memaki, mengejek dan membuat komentar yang tidak pantas.
  • Bullying Psikologis atau sosial. Jenis ini bullying dilakukan dengan menyebarkan desas-desus tentang seorang anak, mempermalukan dia di depan umum atau mengucilkan karena tidak termasuk dari grup.
  • Bullying Elektronik. Cyber bullying dilakukan dengan menggunakan media elektronik, seperti email, situs web, media sosial, pesan teks, atau video yang diposting di situs web atau dikirim melalui ponsel, dengan isi mengancam atau merugikan orang lain.

Konsekuensi bullying pada anak

Seorang korban bullying dapat mengakibatkan masalah pada dirinya diantaranya sebagai berikut :

  • Masalah kesehatan mental. Anak-anak korban bullying yang ditindas cenderung akan mengalami peningkatan risiko depresi, kecemasan, masalah tidur, merasa rendah diri, dan muculnya pikiran yang merugikan bahkan menyebabkan bunuh diri.
  • Gangguan prestasi akademis. Anak-anak korban bullying yang ditindas mungkin akan menjadi takut untuk pergi ke sekolah atau mungkin akan mendapatkan nilai-nilai yang rendah. Korban bullying juga mungkin akan lebih memilih untuk berhenti sekolah.
  • Penyalahgunaan zat. Anak-anak korban bullying dapat berpotensi mencari pelampiasan dengan menggunakan alkohol dan obat-obatan lainnya.
  • Kekerasan. Anak-anak korban bullying mungkin akan lebih cenderung untuk membawa senjata ke sekolah. Sejumlah kecil anak-anak yang ditindas mungkin akan membalas dengan cara-cara kekerasan.

Untuk menangani bullying pada anak diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orangtua siswa korban dan orangtua pelaku bullying. Mengingat konsekuensi yang berat oleh korban bullying maka perlu tindakan tegas dan kooperatif dari semua pihak terkait. Jika anak anda diketahui menjadi korban atau pelaku bullying maka cobalah untuk berbicara baik-baik dan mencari penyebabnya. Jika diperlukan anda dapat berkonsultasi dengan ilmuwan psikologi.

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =