Melatih toilet training pada anak

Toilet training merupakan tahapan yang pasti dilalui oleh seorang anak dalam perkembangannya. Dan hasilnya tidak sama pada setiap anak tergantung pada pelatihan yang diberikan oleh orang tua mereka, walaupun standarnya melatih toilet training pada anak efektif diberikan ketika anak berusia 2 tahun. Ada beragam cara melatih toilet training yang dapat diterapkan sesuai dengan perilaku anak, karena kadangkala setiap anak memiliki cara melatih toilet training yang berbeda. Berikut ini beberapa tips melatih toilet training pada anak supaya dapat berhasil dengan baik :

Melatih toilet training pada anak

Buatlah jadwal ke toilet
Mulailah melatih toilet training dengan membuat jadwal yang rutin ke toilet setiap harinya. Misal dengan selalu mengajak anak pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil setiap kali anak bangun dari tidur lelapnya, dan setiap beberapa waktu tertentu misalnya setiap 15 menit sekali. Begitu juga buang air besar di waktu sama setiap harinya. Ajaklah dengan cara menyenangkan dan tanpa paksaan. Buatlah anak merasa nyaman dengan memperlihatkan empati ketika anak mengalami kesulitan. Misalnya terlanjur ngompol sebelum masuk ke toilet.

Mengganti popok
Jika selama ini masih menggunakan popok dengan perekat, cobalah menggantinya dengan popok celana yang mudah dibuka seperti menggunakan celana biasa (popok pantas). Katakan pada balita ada bahwa popok nya yang sekarang ini adalah popok khusus untuk anak yang sudah besar, dimana dia dapat melepas dan memakainya sendiri ketika merasa ingin buang air. Dan pelan-pelan jelaskan kalau sebenarnya dia seharusnya merasa malu kalau masih menggunakannya.

Bermain
Berikan balita anda boneka yang terdapat celana yang bisa dibuka dan memiliki toilet sendiri. Dengan begitu maka balita anda dapat belajar mempraktekannya pada boneka tersebut sehingga akan memberikan suggesti pada dirinya sendiri.

Peralatan toilet
Jika kloset anda berjenis duduk maka coba sediakan beberapa peralatan toilet berupa tempat duduk toilet dengan desain menarik dan bermotif lucu. Pada tahap awal, biarkan anak untuk menggunakan perangkat toilet tersebut sebagai mainan, lalu secara perlahan duduk di atasnya. Dapatkan posisi yang nyaman bagi balita untuk buang air. Bagi anak perempuan akan lebih nyaman dalam posisi duduk, sedangkan untuk anak laki-laki dalam posisi berdiri. Ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan, kalau perlu ajaklah anak untuk berimajinasi dan bercerita tentang sesuatu.

Bersikaplah optimis
Anda bukanlah satu-satunya orang tua yang pernah berjuang dalam melatih toilet training pada anak. Dengan ketekunan dan usaha yang disiplin pasti setiap anak akan berhasil melakukannya.

Tag :

LANGKAH - LANGKAH TOILET TRAINING PADA ANAK TUNAGRAHITA,

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =