Cara Membangun Rasa Percaya Diri Pada Anak

Kehadiran seorang anak di dalam sebuah keluarga tentu menjadi harapan bagi semua keluarga. Karena itu sangat penting bagi para orang tua untuk  mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada anak semenjak mereka masih kecil. Termasuk salah satunya adalah mengajarkan akan pentingnya rasa percaya diri anak akan kemampuannya. Sayangnya ada beberapa orang tua yang mengabaikan pembentukan rasa percaya diri pada anak karena kesibukan atau karena kekurangtahuannya. Berikut beberapa cara membangun rasa percaya diri pada anak :

cara membangun rasa percaya diri pada anak

  1. Berkomunikasi dengan anak untuk mencari tahu masalah yang dihadapinya.Komunikasi merupakan cara yang sangat efektif dan penting untuk membangun hubungan yang sehat dengan anggota keluarga. Kadangkala anak mengalami kebingungan dan ketakutkan serta memiliki pertanyaan tentang banyak hal di dunia ini.  Anak-anak bisa saja merasa tidak mampu atau tidak aman bahkan mungkin merasa diintimidasi. Hal ini sangat penting karena akan membangun kepercayaan dirinya serta membiarkan anak untuk memberitahu kenapa ia merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri sehingga orang tua dapat bekerja sama untuk menemukan solusinya.
  2. Bantu anak untuk menemukan kegiatan yang dia sukai. Setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang berbeda. Sebagian anak lahir dengan suara yang luar biasa, sebagian lagi memiliki telinga yang baik di bidang musik, atau mempunyai struktur tulang serta otot kuat sehingga membuat mereka mampu menjadi atlet yang hebat. Karena itu sudah menjadi tugas orang tua untuk mencari tahu apa yang menjadi bakat alami anak kemudian membantu mereka untuk terlibat dalam kegiatan yang paling dia sukai. Beberapa kegiatan seperti menari, menyanyi, melukis, memainkan alat musik, atau kegiatan positif lainnya adalah pilihan yang baik. Yang paling penting adalah memastikan agar anak anda termotivasi.
  3. Mengajarkan untuk memaafkan orang lain supaya anak paham bahwa kasih sayang adalah kebaikan. Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan dan hal itu merupakan bagian dari proses pendewasaan serta langkah penting untuk menjadi bijaksana. Dengan belajar untuk memaafkan, maka anak akan memahami bahwa sebuah kesalahan karena sejumlah alasan itu bisa dimaafkan. Hal tersebut juga akan menunjukkan kepada anak bahwa meskipun kadang seseorang berdebat dan terluka perasaannya, cobalah untuk tetap berempati dan mencoba untuk berkompromi. Dengan begitu anak akan mempelajarinya dari orang tua dan mulai belajar untuk memaafkan di kehidupan sehari-hari.
  4. Mengajarkan anak untuk fokus membangun hubungan yang bermakna serta mencari kebahagiaan dari setiap hal kecil. Ajarkan kepada anak tentang nilai dari sebuah persahabatan sejati dan bagaimana orang lain dapat membantu mereka menjadi lebih kuat. Bentuklah mereka untuk beralih ke banyak hal kecil positif di dalam hidupnya disaat mereka mencari kebahagiaan.
  5. Mengajarkan anak untuk fokus pada cita-cita yang ingin dicapai. Setiap anak seringkali memiliki cita-cita yang mungkin tak terjangkau bahkan terlihat cita-cita yang ambisius namun setidaknya hal tersebut menunjukkan betapa kreatifnya imajinasi seorang anak. Bukan ide baik dengan memberikan pujian kepada anak sepanjang waktu namun berikan mereka gambaran yang realistis dari diri mereka dengan kemampuannya. Biarkan mereka tetap memilih namun tawarkan alternatifnya. Bantulah anak anda untuk merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang paling mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang namun masih berada dalam jangkauannya. Memulai cara membangun rasa percaya diri pada anak misalnya ketika anak anda mendaftar kelas tari maka tujuan jangka pendeknya adalah untuk menguasai gerakan tari tertentu serta berlatih setidaknya 2 jam setiap hari, kemudian dengan tujuan yang lebih besar mungkin dengan mengikuti sejumlah lomba tari tingkat lokal. Hingga akhirnya mereka akan berusaha untuk meningkatkan serta memenangkan beberapa lomba tari yang lebih besar. Ketika mereka telah mencapai cita-citanya maka mereka akan lebih percaya diri dan merasa bahagia.
  6. Mengajarkan anak agar belajar teratur untuk hasil terbaik. Seringkali orang menganggap bahwa belajar adalah dengan cara duduk dan menatap buku selama berjam-jam. Hal ini justru dapat menyebabkan anak frustasi malah membuatnya tidak menjadi pintar. Seorang anak butuh keseimbangan yang baik antara kegiatan belajar, mengerjakan tugas mereka, ataupun untuk bersenang-senang. Keseimbangan tersebut hanya dapat dicapai dengan cara mengatur waktu secara efektif. Beberapa mata pelajaran dapat menjadi begitu sulit bagi anak-anak dibandingkan dengan hal lain apalagi jika mereka terburu-buru. Ujian juga dapat membuat stres serta menjadikan belajar menjadi tidak menyenangkan. Kita dapat mencoba membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan dengan menggunakan film, video game, atau contoh-contoh praktis yang dapat membuat anak agar tertarik.
  7. Ikutkan anak di kelas yang fokus pada aktivitas fisik. Di dalam tubuh yang sehat maka akan ada pikiran yang sehat juga. Aktivitas fisik pada siang hari tak cuma bermanfaat pada kesehatan anak, tapi juga dapat membantu membentuk  tubuh yang kuat dan lincah. Disamping itu ketika berolahraga dapat memungkinkan anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bersosialnya.
  8. Bermainlah dengan anak tiap kali ada kesempatan. Terjadinya kontak fisik dan emosional dengan orang lain setiap hari merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak. Luangkan waktu untuk sekedar mendengarkan mereka bercerita dan ikutlah dalam kegiatan kreatif sambil mengajarkan kepada mereka beberapa keterampilan yang berharga. Buatlah apapun untuk menjadi sebuah mainan yang akan menciptakan banyak kesempatan supaya anak mau bekerja secara tim, memecahkan masalah, dan mengekspresikan dirinya dngan bebas.
  9. Jadilah teladan yang baik dengan mempraktekkan apa yang telah anda katakan. Anak-anak hanya akan menyerap informasi dari lingkungannya dan akan kembali ke anda sebagai sumber informasi utama tentang prilaku yang dapat diterima. Berusahalah untuk menunjukkan kepada anak bagaimana seseorang harus bersikap, tidak hanya dengan mengatakan apa yang harus mereka lakukan namun lakukan apa yang sering anda katakan pada mereka. Ketika anak melihat orangtuanya tidak takut untuk mengekspresikan dirinya, maka mereka meniru perilaku percaya diri tersebut ke dalam hidup mereka.
  10. Ajarkan anak tentang tanggung jawab dan nilai sebuah kerja keras. Seorang anak tidak dapat diperlakukan standar yang sama dengan orang dewasa, tapi mereka harus dapat memahami bahwa setiap tindakan mereka dapat mempengaruhi orang lain dan tahu bahwa ada orang lain yang mengandalkan mereka. Apabila anak memahami mengapa mereka harus melakukan pekerjaan mereka serta diperlukan kerja keras untuk mencari nafkah maka ia akan mempunyai pandangan yang berbeda tentang kehidupan. Anak-anak sering merasa senang ketika dapat membantu orang tua mereka dan akan merasa bangga ketika mereka dapat berkontribusi. Dengan cara inilah maka anak-anak akan tahu bahwa mereka mampu dalam banyak hal dan ada orang-orang yang bergantung kepadanya, yang kemudian akan membangun karakter dan kepercayaan diri pada anak.

Saat ingin menerapkan cara membangun rasa percaya diri pada anak, penting supaya diingat untuk berkomunikasi dan luangkan waktu bersamanya serta biarkan mereka membuat pilihan sendiri.

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + 20 =